Teka Teki Dan Cerita Humor Kecil
Ingin Masuk Tentara
Bu Guru bertanya: “Anak-anak… Siapa yg mau masuk surga?”
Serempak Anak-anak menjawab: “Sayaaaa…!”
Mukidi yang duduk di belakang diam saja.
Bu Guru bertanya lagi: “Siapa yang mau masuk neraka?”
Anak-anak: “Tidak mauuuu…!!!”
Mukidi tetap diam saja.
Bu guru mendekat: “Mukidi, kamu mau masuk surga atau neraka?”
Mukidi: “Tidak kedua-duanya Bu Guru…”
Bu Guru: “Kenapa..?”
Mukidi: “Habis waktu ayah saya mau meninggal, beliau berpesan, ‘Mukidi… Apapun yang terjadi kamu harus masuk TENTARA…'”
Ulangan Bahasa Indonesia
Sehabis ulangan Bahasa Indonesia seorang anak SD kelas 4 pulang ke rumah dan bertanya ke ibunya…
Anak: “Bu, tadi kayanya aku ulangan Bahasa Indonesia betul semua deh, tapi ada yang meragukan sih jawabnya.”
Ibu: “Apa tuh sayang?”
Anak: “Kalau seorang laki-laki memiliki istri lebih dari 1 apa namanya bu!?”
Ibu: “Poligami, Nak…”
Anak: “Asyiiik .. betul!! Kalau perempuan yang punya suami lebih dari 1?”
Ibu: “Itu Poliandri Nak.”
Anak: “Horeee betul lagi!! Iya nih kayanya betul semua… Eh terus kalo laki-laki cuma punya 1 istri apa namanya?”
Ibu: “Monogami dong sayang!”
Anak: “Yaaaa… salaahh deh!! Kata Ayah jawabannya MONOTON.”
Ibu: “Endi bapakmu…?”
Anak: “Emang kenapa bu?”
Ibu: “Arep tak parut raine”
Ngajar di Papua
Seorang guru transmigran dari Jawa yang mengajar di Papua bertanya kepada muridnya.
Bu Guru: “Albert, siapakah Suharto?”
1. Apa, hayooo…
Tanya: Kue apa yang bungkusnya di dalam, isinya di luar?
Jawab: Kue salah bikin.
Jawab: Kue salah bikin.
T: Pintu apa yang walaupun didorong sepuluh orang pun tidak terbuka?
J: Pintu yang ada tulisan ‘TARIK’
J: Pintu yang ada tulisan ‘TARIK’
T: Apa yang bulat, kecil, hitam, jika dipencet keluar orangnya?
J: bel pintu.
J: bel pintu.
T: Apa yang ‘Jauh di mata, dekat di hati’?
J: Usus
J: Usus
T: Rambut putih namanya uban, rambut merah namanya pirang, kalau rambut hijau namanya apa?
J: Rambutan belum mateng.
J: Rambutan belum mateng.
T: Jus apa yang turun dari langit?
J: Justru itu yang aku kagak tau..he..he.
J: Justru itu yang aku kagak tau..he..he.
T: Apa bukti wortel baik untuk kesehatan mata?
J: Pernah lihat kelinci pakai kacamata?
J: Pernah lihat kelinci pakai kacamata?
T: Apa bahasa Indianya bumbu dapur?
J: Tumbar miri jahe.
J: Tumbar miri jahe.
Apa ayang badannya hijau, kepalanya merah, jalannya mundur?
J: obat nyamuk bakar.
J: obat nyamuk bakar.
2. Siapa dia?
T: Siapa yang potong rambut tiap hari tetapi tidak botak?
J: Tukang pangkas!
J: Tukang pangkas!
T: Nenek siapa yang jalannya meloncat-loncat?
J: Nenek si katak.
J: Nenek si katak.
Sekian Dari Saya Apa Bila Ada Kesalahan Saya Mohon maaf 👍👍👏👏
Dua orang pemabuk
berjalan bersama. Pemabuk pertama berkata kepada yang lain, "Sungguh
malam yang indah, kita bisa melihat bulan."
Pemabuk satunya berhenti dan melihat teman mabuknya, "Kau salah, itu bukan bulan, itu matahari."
Mereka mulai berdebat ketika di antara mereka datang pemabuk yang lain. Mereka bertanya, "Pak, bisa tolong bantu menyelesaikan perdebatan kami? Beritahu kami apa yang ada di langit yang bersinar itu. Apakah bulan atau matahari?"
Pemabuk ketiga menatap langit, lalu berkata, "Maaf saya kurang tahu, saya tidak tinggal di sekitar sini.
Source: https://www.ketawa.com/
Pemabuk satunya berhenti dan melihat teman mabuknya, "Kau salah, itu bukan bulan, itu matahari."
Mereka mulai berdebat ketika di antara mereka datang pemabuk yang lain. Mereka bertanya, "Pak, bisa tolong bantu menyelesaikan perdebatan kami? Beritahu kami apa yang ada di langit yang bersinar itu. Apakah bulan atau matahari?"
Pemabuk ketiga menatap langit, lalu berkata, "Maaf saya kurang tahu, saya tidak tinggal di sekitar sini.
Source: https://www.ketawa.com/
Dua orang pemabuk
berjalan bersama. Pemabuk pertama berkata kepada yang lain, "Sungguh
malam yang indah, kita bisa melihat bulan."
Pemabuk satunya berhenti dan melihat teman mabuknya, "Kau salah, itu bukan bulan, itu matahari."
Mereka mulai berdebat ketika di antara mereka datang pemabuk yang lain. Mereka bertanya, "Pak, bisa tolong bantu menyelesaikan perdebatan kami? Beritahu kami apa yang ada di langit yang bersinar itu. Apakah bulan atau matahari?"
Pemabuk ketiga menatap langit, lalu berkata, "Maaf saya kurang tahu, saya tidak tinggal di sekitar sini.
Source: https://www.ketawa.com/
Pemabuk satunya berhenti dan melihat teman mabuknya, "Kau salah, itu bukan bulan, itu matahari."
Mereka mulai berdebat ketika di antara mereka datang pemabuk yang lain. Mereka bertanya, "Pak, bisa tolong bantu menyelesaikan perdebatan kami? Beritahu kami apa yang ada di langit yang bersinar itu. Apakah bulan atau matahari?"
Pemabuk ketiga menatap langit, lalu berkata, "Maaf saya kurang tahu, saya tidak tinggal di sekitar sini.
Source: https://www.ketawa.com/
Dua orang pemabuk
berjalan bersama. Pemabuk pertama berkata kepada yang lain, "Sungguh
malam yang indah, kita bisa melihat bulan."
Pemabuk satunya berhenti dan melihat teman mabuknya, "Kau salah, itu bukan bulan, itu matahari."
Mereka mulai berdebat ketika di antara mereka datang pemabuk yang lain. Mereka bertanya, "Pak, bisa tolong bantu menyelesaikan perdebatan kami? Beritahu kami apa yang ada di langit yang bersinar itu. Apakah bulan atau matahari?"
Pemabuk ketiga menatap langit, lalu berkata, "Maaf saya kurang tahu, saya tidak tinggal di sekitar sini."
Source: https://www.ketawa.com/
Pemabuk satunya berhenti dan melihat teman mabuknya, "Kau salah, itu bukan bulan, itu matahari."
Mereka mulai berdebat ketika di antara mereka datang pemabuk yang lain. Mereka bertanya, "Pak, bisa tolong bantu menyelesaikan perdebatan kami? Beritahu kami apa yang ada di langit yang bersinar itu. Apakah bulan atau matahari?"
Pemabuk ketiga menatap langit, lalu berkata, "Maaf saya kurang tahu, saya tidak tinggal di sekitar sini."
Source: https://www.ketawa.com/
Dua orang pemabuk
berjalan bersama. Pemabuk pertama berkata kepada yang lain, "Sungguh
malam yang indah, kita bisa melihat bulan."
Pemabuk satunya berhenti dan melihat teman mabuknya, "Kau salah, itu bukan bulan, itu matahari."
Mereka mulai berdebat ketika di antara mereka datang pemabuk yang lain. Mereka bertanya, "Pak, bisa tolong bantu menyelesaikan perdebatan kami? Beritahu kami apa yang ada di langit yang bersinar itu. Apakah bulan atau matahari?"
Pemabuk ketiga menatap langit, lalu berkata, "Maaf saya kurang tahu, saya tidak tinggal di sekitar sini."
Source: https://www.ketawa.com/
Pemabuk satunya berhenti dan melihat teman mabuknya, "Kau salah, itu bukan bulan, itu matahari."
Mereka mulai berdebat ketika di antara mereka datang pemabuk yang lain. Mereka bertanya, "Pak, bisa tolong bantu menyelesaikan perdebatan kami? Beritahu kami apa yang ada di langit yang bersinar itu. Apakah bulan atau matahari?"
Pemabuk ketiga menatap langit, lalu berkata, "Maaf saya kurang tahu, saya tidak tinggal di sekitar sini."
Source: https://www.ketawa.com/
Memperdebatkan Benda di Langit
Dua
orang pemabuk berjalan bersama. Pemabuk pertama berkata kepada yang
lain, "Sungguh malam yang indah, kita bisa melihat bulan."
Pemabuk satunya berhenti dan melihat teman mabuknya, "Kau salah, itu bukan bulan, itu matahari."
Mereka mulai berdebat ketika di antara mereka datang pemabuk yang lain. Mereka bertanya, "Pak, bisa tolong bantu menyelesaikan perdebatan kami? Beritahu kami apa yang ada di langit yang bersinar itu. Apakah bulan atau matahari?"
Pemabuk ketiga menatap langit, lalu berkata, "Maaf saya kurang tahu, saya tidak tinggal di sekitar sini."
Pemabuk satunya berhenti dan melihat teman mabuknya, "Kau salah, itu bukan bulan, itu matahari."
Mereka mulai berdebat ketika di antara mereka datang pemabuk yang lain. Mereka bertanya, "Pak, bisa tolong bantu menyelesaikan perdebatan kami? Beritahu kami apa yang ada di langit yang bersinar itu. Apakah bulan atau matahari?"
Pemabuk ketiga menatap langit, lalu berkata, "Maaf saya kurang tahu, saya tidak tinggal di sekitar sini."
Source: https://www.ketawa.com/
Memperdebatkan Benda di Langit
Dua
orang pemabuk berjalan bersama. Pemabuk pertama berkata kepada yang
lain, "Sungguh malam yang indah, kita bisa melihat bulan."
Pemabuk satunya berhenti dan melihat teman mabuknya, "Kau salah, itu bukan bulan, itu matahari."
Mereka mulai berdebat ketika di antara mereka datang pemabuk yang lain. Mereka bertanya, "Pak, bisa tolong bantu menyelesaikan perdebatan kami? Beritahu kami apa yang ada di langit yang bersinar itu. Apakah bulan atau matahari?"
Pemabuk ketiga menatap langit, lalu berkata, "Maaf saya kurang tahu, saya tidak tinggal di sekitar sini."
Pemabuk satunya berhenti dan melihat teman mabuknya, "Kau salah, itu bukan bulan, itu matahari."
Mereka mulai berdebat ketika di antara mereka datang pemabuk yang lain. Mereka bertanya, "Pak, bisa tolong bantu menyelesaikan perdebatan kami? Beritahu kami apa yang ada di langit yang bersinar itu. Apakah bulan atau matahari?"
Pemabuk ketiga menatap langit, lalu berkata, "Maaf saya kurang tahu, saya tidak tinggal di sekitar sini."
Source: https://www.ketawa.com/
Memperdebatkan Benda di Langit
Dua
orang pemabuk berjalan bersama. Pemabuk pertama berkata kepada yang
lain, "Sungguh malam yang indah, kita bisa melihat bulan."
Pemabuk satunya berhenti dan melihat teman mabuknya, "Kau salah, itu bukan bulan, itu matahari."
Mereka mulai berdebat ketika di antara mereka datang pemabuk yang lain. Mereka bertanya, "Pak, bisa tolong bantu menyelesaikan perdebatan kami? Beritahu kami apa yang ada di langit yang bersinar itu. Apakah bulan atau matahari?"
Pemabuk ketiga menatap langit, lalu berkata, "Maaf saya kurang tahu, saya tidak tinggal di sekitar sini."
Pemabuk satunya berhenti dan melihat teman mabuknya, "Kau salah, itu bukan bulan, itu matahari."
Mereka mulai berdebat ketika di antara mereka datang pemabuk yang lain. Mereka bertanya, "Pak, bisa tolong bantu menyelesaikan perdebatan kami? Beritahu kami apa yang ada di langit yang bersinar itu. Apakah bulan atau matahari?"
Pemabuk ketiga menatap langit, lalu berkata, "Maaf saya kurang tahu, saya tidak tinggal di sekitar sini."
Source: https://www.ketawa.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar